Saya mau jadi guru propesional, adalah ungkapan dari hati untuk memulai. Memang tidak mudah kedengarannya. Tetapi guru
ditantang untuk lebih baik, lebih super, lebih ahli dibidang ini. Tuntutan ini
untuk memenuhi tuntutan IPTEK yang semakin cepat perkembanganya.
Seorang profesional adalah orang yang menyadari betul arah kemana ia berjalan,
mengapa ia menempuh jalan itu, dan bagaimana caranya ia harus menuju
sasarannya. Seorang guru sebaiknya menyenangi pekerjaannya agar dapat mencapai
hasil yang baik.
Seorang guru profesional senantiasa siap siaga dengan
ide/gagasan bila diperlukan, ditambah dengan selusin gagasan lainnya sekalipun
tidak ada orang yang meminta daripadanya. Ia adalah seorang yang mau bekerja
keras untuk mencapai tujuannya, dan tetap menjaga semangatnya tetap
penuh.
Semangat atau gairah kerjanya sangat mengagumkan. Ia adalah seorang
yang realistis, yang menyadari kemungkinannya membuat kesalahan. Akan tetapi ia
cukup bijaksana pula untuk tidak membuat kesalahan yang sama sampai dua
kali.Orang yang cukup jujur mengakui kegagalannya, tetapi juga mampu mengatasi
rasa putus asanya, dan cukup tabah untuk mencoba lagi usahanya sampai berulang
kali. Ia memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang penting dan mana yang
tidak penting. Akan tetapi cukup bijaksana untuk menanggulangi segala kesulitan
yang timbul.
Seorang guru profesional merupakan seorang tukang khayal. Sekalipun
angan-angannya melambung tinggi, tetapi kakinya harus tetap berpijak di atas
tanah. Ia memperhatikan sampai soal-soal yang kecil, akan tetapi menolak
soal-soal kecil itu mempengaruhi pikirannya sehingga menjadi cemas. Ia tahu
caranya memimpin tanpa bertindak sebagai diktator, tetapi tahu pula mengikuti
tanpa kehilangan kewibawaannya. Pada saat ia memimpin, ia memperkembangkan bibit-bibit
kepemimpinan kepada bawahannya; sedangkan pada saat ia bekerja, ia
memperlihatkan contoh bekerja yang baik bagi bawahannya. Ia tidak menunggu
sampai ada orang lain mendorong dia melakukan sesuatu, sebab ia tahu mengambil
prakarsa sendiri.Seorang profesional itu penuh daya cipta. Ia berani mencoba sesuatu, tetapi tidak pula sembrono. Ia
mengabdikan diri penuh, tetapi tidak pula fanatik. Sehingga ia seorang yang
senantiasa merampungkan pekerjaannya sampai berhasil.
Berbahagialah kita memiliki jiwa semacam itu !
Berbahagialah kita memiliki jiwa semacam itu !
************************************************************************************************************************************************************************************
Kriteria
Guru Profesional
Oleh:
Asmuni Syukir
![]() |
| Gambar (2) |
Istilah profesional sering
digunakan untuk menyebut strata dan status seseorang dalam bidang pekerjaannya.
Dalam hal ini profesional diartikan sebagai suatu ketrampilan teknis yang
dimiliki seseorang, seperti pengklasifikasian antara pekerja ahli dengan
tukang, antara profesional dengan amatiran.
Misalnya,
seorang guru dikatakan profesional bila guru itu memiliki kualitas mengajar
yang tinggi. Padahal profesional mengandung makna yang lebih luas dari hanya
berkualitas tinggi dalam hal teknis. Menurut Sahertian (1994:29-36), profesional
mempunyai makna ahli (ekspert), tanggungjawab (responsibilty), baik tanggungjawab intelektual maupun tanggungjawab
moral, dan memiliki rasa kesejawatan.
Pekerjaan guru memanglah sebagai suatu profesi,
tetapi tidaklah semua guru profesional, untuk menentukan guru yang profesional
haruslah memenuhi empat kreteria berikut:
1 Ahli (ekspert)
Yang pertama adalah ahli dalam bidang
pengetahuan yang diajarkan dan ahli dalam tugas mendidik. Seorang guru tidak
saja menguasai isi pengajaran yang diajarkan, tetapi juga mampu dalam
menanamkan konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan. Karena mengajar adalah
sarana untuk mendidik, yaitu menyampaikan pesan-pesan didik, maka guru yang
profesional tidak cukup hanya ahli bidang studi dan ahli mengajarkannya
tetapi harus pula ahli menyampaikan pesan-pesan didik melalui bidang studi yang
diajarkannya.
Nampaknya
banyak guru yang hanya ahli dalam mengajar tetapi kurang memperhatikan
segi-segi mendidik. Pemahaman seperti itu tidak akan bermanfaat bagi guru
sebagai pendidik. Guru yang mampu mengajar saja dan hanya melihat pada
tujuan-tujuan dan materi pelajaran belaka, mereka ini menerapkan apa yang oleh
Paulo Freire disebut ‘Banking Concept’, yaitu cara guru yang
memandang bahwa mengajar itu seperti orang yang memasukkan uang ke dalam bank
dan akan mendapatkan bunga. Guru mengajar, murid belajar, guru menerangkan,
murid mendengarkan, guru bertanya, murid menjawab. Konsep seperti itu tidak
manusiawi (dehumanisasi). Dalam
proses belajar mengajar atau yang kini dikenal proses pembelajaran terjadi dialog yang ekstensial antara pendidik dan
subyek didik sehingga subyek didik menemukan dirinya. Karenanya pengetahuan
yang diberikan harus dapat membentuk pribadi yang utuh (holistik) dan tidak sekadar ‘transfer of knowledge’. Kalau guru hanya ahli dan trampil
mentransfer materi pelajaran, maka pada suatu saat nanti peranan guru akan
dapat diganti dengan media teknologi modern. Ingat, bahwa guru
bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik. Melalui pengajaran guru membentuk
konsep berpikir, sikap jiwa dan menyentuh afeksi yang terdalam dari inti
kemanusiaan subyek didik.
2 Memiliki Otonomi dan Rasa Tanggungjawab
Guru yang profesional disamping ahli dalam
bidang mengajar dan mendidik, ia juga memiliki otonomi dan tanggungjawab. Guru
yang profesional telah memiliki otonomi atau kemandirian dalam mengemukakan apa
yang harus dikatakan berdasarkan keahliannya. Pada awalnya memang ia
belum punya kebebasan atau otonomi, karena ia masih belajar sebagai magang.
Melalui proses belajar dan perkembangan profesi maka pada suatu saat ia akan
memiliki sikap mandiri. Ciri-ciri kemandirian antara lain: dapat memegang teguh
nilai-nilai hidup; dapat membuat pilihan nilai; dapat menentukan dan
mengambil keputusan sendiri; dan dapat bertanggung jawab atas keputusan itu.
Guru yang profesional mempersiapkan diri
sematang-matangnya sebelum ia mengajar. Ia menguasai apa yang akan disajikan
dan bertangungjawab atas semua yang diajarkan, dan bahkan bertanggungjawab atas
segala tingkah lakunya.
Dalam ilmu pendidikan, tanggungjawab guru
mengandung makna multi dimensional, yaitu bertanggungjawab terhadap diri
sendiri, siswa, orang tua, lingkungan sekitarnya, masyarakat, bangsa dan
negara, sesama manusia, dan akhirnya terhadap Tuhan Yang Maha Pencipta. Jadi
tanggung jawab guru mengandung aspek intelektual, individual, sosial,
etis dan relegius. Dimensi-dimensi tanggungjawab ini harus dikembangkan melalui
seluruh pengalaman belajar di sekolah, termasuk seluruh bidang studi yang
diajarkan.
3 Berjiwa Dinamis dan Reformis
Guru yang profesional akan selalu berjiwa
dinamis. Ia tidaklah statis. Artinya guru selalu berusaha untuk mengembangkan
diri dan profesinya, serta mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan
jaman. Karenanya ia harus pula berjiwa reformis, yaitu mampu mengubah paradigma
yang bertentangan denganprofesionalisme,
dan mengganggu keotonomiannya, serta memberantas usaha-usaha dehumanisasi kependidikan.
4 Memiliki Rasa Kesejawatan
Salah satu tugas dari organisasi profesi ialah
menciptakan rasa kesejawatan sehingga ada rasa aman dan perlindungan jabatan.
Etik profesi ini dikembangkan melalui organisasi profesi. Melalui organisasi
profesi inilah diciptakan rasa kesejawatan. Semangat korps dikembangkan agar
harkat dan martabat guru dijunjung tinggi, baik oleh korps guru sendiri maupun
masyarakat pada umumnya. Adalah ironi bila guru diharuskan memikul tanggung
jawab mendidik begitu berat, tetapi pada pihak lain penghargaan dan perlindungan
terhadap jabatan tidak sesuai dengan tanggungjawab yang dilimpahkan kepada
mereka.
************************************************************************************************************************************************************************************
10 Ciri -
Ciri Guru Profesional
1.
Selalu Memiliki Energi untuk Siswanya Guru yang baik
harus memberikan perhatian pada siswa saat melakukan diskusi atau percakapan di
dalam maupun di luar kelas. Guru yang baik pun harus memiliki kemampuan
mendengar yang baik dan saksama.
2.
Memiliki Tujuan Jelas untuk Pelajaran
Setiap pelajaran yang
diajarkan haruslah memiliki tujuan dan manfaat tertentu. Seorang guru yang baik
seharusnya menetapkan tujuan jelas pada setiap pelajaran yang diajarkan. Selain
itu, sang guru harus bekerja guna memenuhi tujuan tertentu yang telah
ditetapkan dalam setiap kelas.
3. Menerapkan
Kedisiplinan
Sebagai figur yang akan dicontoh siswa, guru harus memiliki kedisiplinan.
Kedisiplinan sangat penting dimiliki oleh seorang guru agar mampu menciptakan
perubahan perilaku positif baginya dan bagi siswa di dalam kelas.
4. Memiliki Manajemen
Kelas yang Baik
Seorang guru wajib
memiliki manajemen atau cara mengatur kelas yang baik. Dalam hal ini, guru
dituntut untuk menciptakan suasana kondusif dalam kelas. Guru harus memastikan
siswanya memiliki perilaku baik saat belajar maupun berdiskusi dengan kelompok.
Guru pun harus menanamkan rasa hormat pada seluruh komponen di dalam kelas.
5. Menjalin Komunikasi
dengan Orangtua
Guru yang baik harus menjalin komunikasi yang baik pula dengan orangtua siswa.
Sang guru harus mengabarkan hal-hal yang berkaitan dengan siswa selama di
sekolah, termasuk dalam hal perilaku, prestasi, dan kedisiplinan. Guru yang
baik harus mampu bekerja sama secara terbuka dengan orangtua demi
kebaikan dan kemajuan siswa.
6. Menaruh Harapan
Tinggi pada Siswa
Seorang guru harus
mampu menciptakan harmonisasai dan semangat belajar yang baik guna meningkatkan
potensi dan prestasi siswa. Guru harus mendukung potensi terbaik setiap siswa
dan meyakinkan bahwa potensi tersebut mampu mendatangkan manfaat dan keuntungan.
Dalam hal ini, guru bertindak sebagai motivator yang baik.
7. Mengetahui
Kurikulum Sekolah
Untuk memberikan pengajaran yang baik dan tepat, seorang guru harus menguasai
serta mengetahui kurikulum yang ditetapkan sekolah berikut standar-standar lain
secara mendalam. Dengan demikian, guru akan berusaha sekuat tenaga untuk
memberikan pengajaran yang memenuhi standar.
8. Menguasai Materi
yang Diajarkan
Hal ini merupakan
syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap guru ketika memulai pelajaran.
Guru yang baik harus memiliki pengetahuan luar biasa mengenai materi yang
dibawanya. Pengetahuan yang cukup akan memudahkan guru untuk menjawab semua
pertanyaan yang diajukan siswa.
9. Selalu Memberikan
yang Terbaik bagi Siswa
Seorang guru yang baik pasti memberikan gairah mengajar terbaik yang ia miliki.
Guru yang baik akan merasa senang saat berada dalam kelas dan mengajarkan
berbagai pengetahuan pada siswa. Sang guru pun akan memastikan bahwa pelajaran
yang disampaikannya akan berdampak baik bagi perkembangan siswa hingga dewasa.
10. Memiliki Hubungan
Berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik
sejatinya menerapkan hubungan yang kuat serta menanamkan sikap saling
menghormati dengan siswanya. Hal yang tidak kalah penting, guru harus menjalin
sikap saling percaya dengan siswanya.
************************************************************************************************************************************************************************************
Guru Propesional dalam pemahaman sederhana
Topman Sitorus, S.Pd berpendapat bahwa guru yang propesional adalah seorang yang mengasah kemampuan terbaiknya sampai setiap siswa merasakan khasiatnya.
Terimakasih atas kunjungan Anda..Semoga Informasi kali ini bermanfaat...!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar