Blogger Widgets

LAGU BLOG

Minggu, 04 Mei 2014

Bahan Seminar Untuk Peserta Dengan Judul “...KERENDAH HATI...”

Dalam mengawali sebuah seminar, Saya biasanya membukanya dengan beberapa pertanyaan. Dan dalam seminar kali ini pun Saya akan memulainya dengan dua pertanyaan :
1.  Menurut pemahaman Anda, Apa arti Kerendahan hati ?
2.  Sebutkan satu sikap rendah hati, yang pernah Anda lakukan !
.**********************************************************************************.
I. DEFINISI RENDAH HATI dan KERENDAHAN HATI
1.        Rendah hati (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti “hal (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh”.
2.       Rendah hati adalah sikap untuk selalu terbuka dalam mendengarkan nasihat serta belajar dari setiap kesempatan.
3.       Rendah hati adalah sikap dari seseorang yang didasarkan pada pemahaman tentang nilai luhur yang menghargai orang lain, agar dirinya bermanfaat bagi lingkungan.
4.      Rendah hati ialah kesadaran akan keterbatasan kemampuan diri, jauh dari kesempurnaan dan terhindar dari setiap bentuk keangkuhan.
5.       Kerendahan hati merupakan salah satu ciri dari tingginya kecerdasan spiritual.
6.       Kerendahan hati (Alkitab) Kebalikan dari kesombongan atau arogansi. Orang yang rendah hati mengakui keunggulan orang lain (Bndk Filipi 2:3).
7.       Kerendahan hati (Al Qur’an) “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqaan: 63).

II. Sikap rendah hati akan mendorong orang untuk berperilaku sebagai berikut :
(1).    Menghormati orang lain: Rendah hati mendorong seseorang untuk menghormati orang lain. Sikap menghormati orang lain akan terpancar dengan menghargai orang lain. Penghargaan secara utuh akan membuat orang lain senang, bahagia, penuh rasa syukur. Sikap ini dapat menjadi awal dari terciptanya  hubungan antar pribadi yang tumbuh.
(2).   Mendengar orang lain: Kemauan untuk mendengar kebutuhan dan harapan orang lain merupakan sikap yang luhur.
(3).   Memahami orang lain: Setelah mendengar kebutuhan dan harapan orang lain, kita harus memahami apa kebutuhan dan harapan orang lain tersebut.
(4).  Sederhana: Rendah hati membuat kita bisa menerima sesuatu apa adanya. Kita menerima apa yang menjadi hak kita dan kita tidak memaksakan sesuatu yang bukan hak kita untuk menjadi milik kita. Sederhana berarti kita dapat mengendalikan kebutuhan. Kita tidak perlu tergoda untuk melakukan sesuatu yang berlebihan.
(5).   Responsif: Orang yang rendah hati, akan dengan senang hati berbuat sesuatu untuk orang lain.
(6).   Melayani: Dengan kerendahan hati kita akan bersedia untuk melayani orang lain. Melayani disini adalah melayani yang didasarkan pada keikhlasan sehingga pelayanan kita menjadi sesuatu yang “berisi”. Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45).

III. KESIMPULAN
Kerendahan hati atau Rendah hati merupakan tampilan dari kualiatas yang baik. Kualitas ini bersumber dari akal budi yang membaikkan hatinya, sehingga seseorang menjadi jiwa kecintaan Tuhan. Mampu memiliki karakter dan sikap yang baik secara utuh. Yang dimaksud baik secara utuh adalah benar didalam dirinya dan santun diluar dirinya. Dengan demikian kita mengupayakan kesegambaran dengan Allah dalam kehidupan kita.
Melalui seminar ini, marilah kita memohon pertolongan dari Tuhan. Untuk melihat diri kita dengan sungguh-sungguh. Sebab melalui pertolongan-Nya, kita dapat belajar membuang kecongkakan dan kesombongan yang melekat pada diri kita. Sehingga kita memiliki kerendahan hati, suka melayani orang lain, senang melakukan apapun yang membuat orang lain berbahagia.
Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin...!

“Dengan Segala Rendah Hati Aku Melayani Tuhan” (Kis 20:19a)

Oleh : TOPMAN SITORUS, S.Pd
Hp : 0852-6267-1202/0856-5814-2226
Facebook : Topman Sitorus
Blog : topmansitorus01.blogspot.com






P U I S I :
RENDAH HATI
Oleh : Taufiq Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar