Dalam mengawali sebuah seminar, Saya
biasanya membukanya dengan beberapa pertanyaan. Dan dalam seminar kali ini pun Saya
akan memulainya dengan dua pertanyaan :
1.
Menurut pemahaman Anda, Apa arti Kerendahan hati ?
2. Sebutkan satu sikap rendah hati, yang pernah Anda
lakukan !
.**********************************************************************************.
I.
DEFINISI RENDAH HATI dan KERENDAHAN HATI
1.
Rendah hati (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti “hal (sifat) tidak sombong
atau tidak angkuh”.
2.
Rendah hati adalah sikap untuk selalu
terbuka dalam mendengarkan nasihat serta belajar dari setiap kesempatan.
3.
Rendah hati adalah sikap
dari seseorang yang didasarkan pada pemahaman tentang nilai luhur yang menghargai
orang lain, agar dirinya bermanfaat bagi lingkungan.
4.
Rendah hati ialah kesadaran akan
keterbatasan kemampuan diri, jauh dari kesempurnaan dan terhindar dari setiap
bentuk keangkuhan.
5.
Kerendahan hati merupakan salah
satu ciri dari tingginya kecerdasan spiritual.
6.
Kerendahan hati (Alkitab)
Kebalikan
dari kesombongan atau arogansi. Orang yang rendah hati mengakui keunggulan
orang lain (Bndk Filipi 2:3).
7.
Kerendahan hati (Al Qur’an) “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu
(ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila
orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang
mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqaan: 63).
II.
Sikap rendah hati akan mendorong orang untuk berperilaku sebagai berikut :
(1). Menghormati orang lain:
Rendah hati mendorong seseorang untuk menghormati orang lain. Sikap menghormati orang lain akan terpancar
dengan menghargai orang lain. Penghargaan secara utuh akan membuat orang lain
senang, bahagia, penuh rasa syukur. Sikap ini dapat menjadi
awal dari terciptanya hubungan antar
pribadi
yang tumbuh.
(2). Mendengar orang lain:
Kemauan untuk mendengar kebutuhan dan harapan orang lain merupakan sikap yang
luhur.
(3). Memahami orang lain:
Setelah mendengar kebutuhan dan harapan orang lain, kita harus memahami apa
kebutuhan dan harapan orang lain tersebut.
(4). Sederhana:
Rendah hati membuat kita bisa menerima sesuatu apa adanya. Kita menerima apa
yang menjadi hak kita dan kita tidak memaksakan sesuatu yang bukan hak kita
untuk menjadi milik kita. Sederhana berarti kita dapat mengendalikan kebutuhan.
Kita tidak perlu tergoda untuk melakukan sesuatu yang berlebihan.
(5). Responsif:
Orang yang rendah hati, akan dengan senang hati berbuat sesuatu untuk orang
lain.
(6). Melayani:
Dengan
kerendahan hati kita akan bersedia untuk melayani orang lain. Melayani disini
adalah melayani yang didasarkan pada keikhlasan sehingga pelayanan kita menjadi
sesuatu yang “berisi”. Anak Manusia juga datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi
tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45).
III. KESIMPULAN
Kerendahan hati atau Rendah
hati merupakan tampilan dari kualiatas yang baik. Kualitas ini
bersumber dari akal budi yang membaikkan hatinya, sehingga seseorang menjadi jiwa kecintaan Tuhan.
Mampu memiliki karakter dan sikap yang
baik secara utuh. Yang dimaksud baik secara utuh adalah benar didalam dirinya
dan santun diluar dirinya. Dengan demikian kita mengupayakan kesegambaran
dengan Allah dalam kehidupan kita.
Melalui seminar ini, marilah kita memohon pertolongan
dari Tuhan. Untuk melihat diri kita dengan sungguh-sungguh. Sebab melalui
pertolongan-Nya, kita dapat belajar membuang kecongkakan dan
kesombongan yang
melekat pada diri kita.
Sehingga kita memiliki kerendahan hati, suka melayani orang lain, senang
melakukan apapun yang membuat orang lain berbahagia.
Semoga
Tuhan memberkati kita semua. Amin...!
“Dengan
Segala Rendah Hati Aku Melayani Tuhan” (Kis 20:19a)
Oleh : TOPMAN SITORUS, S.Pd
Hp : 0852-6267-1202/0856-5814-2226
Facebook :
Topman Sitorus
Blog : topmansitorus01.blogspot.com
P
U I S I :
RENDAH HATI
Oleh : Taufiq Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu
tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau
tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah
semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja
dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar